ETIKA PEKERJAAN SOSIAL DAN HAM


Sejarah perkembangan HAM, sejak revolusi Perancis, sampai lahirnya  berbagai instrumen Internasional HAM pada akhir-akhir ini?

Untuk dataran Eropa baru sesudah Revolusi Perancis 1789, pengakuan dan perlindungan terhadap hak azasi manusia dipertegas meliputi hak-hak dasar manusia dan kewajiban pemerintah yang dibentuk dalam masyarakat. Penegasan tersebut tertuang dalam Declaration des Droits de l’Homme et du Citoyen yang dicetuskan tanggal 26 Agustus 1789. kelanjutan dari revolusi Perancis adalah dirumuskannya Declaration des Droits tanggal 24 Juni 1793 yang diantaranya berbunyi “tujuan utama dari suatu masyarakat adalah kesejahteraan bersama, dan suatu pemerintahan dalam masyarakat dibentuk untuk menjamin setiap manusia dalam menikmati hak-hak asasinya, yaitu persamaan, kemerdekaan, keamanan dan hak untuk memiliki harta benda pribadi”.

Karel Vasak, ahli hukum Perancis mengemukakan gagasan mengenai “tiga generasi hak-hak asasi manusia”  yang diilhami dari tiga tema normatif revolusi Perancis, hak-hak itu adalah: Generasi pertama dari hak-hak sipil dan politik (liberte).

Generasi pertama mengartikan hak-hak asasi manusia dengan istilah-istilah yang lebih bersifat negatif (‘bebas dari”) daripada positif (“hak atas”); generasi pertama lebih suka abstensi daripada intervensi pemerintah, tentu saja menentang kebebasan. Dengan demikian yang termasuk dalam generasi pertama ini adalah  hak-hak asasi yang dituntut seperti itu yang diuraikan dalam pasal 2-21 deklarasi universal hak-hak asasi manusia, termasuk kebebasan dalam bentuk diskriminasi dan rasial yang setara; hak atas kehidupan, kebebasan dan keamanan pribadi; kebebasan dari perbudakan atau kerja paksa; kebebasan dari penganiayaan dan dari perlakuan atau hukuman yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat; kebebasan dari  penangkapan yang sewenang-wenang, penahanan atau pengasingan; hak atas peradilan yang adil dan terbuka; kebebasan dari campur tangan  dalam privasi dan korespodensi; kebebasan berpendapat dan berekspresi; kebebasan berkumpul dan berhimpun secara damai; dan hak untuk berpartisipasi dalam pemerintah, secara langsung atau melalui pemilihan-pemilihan yang bebas. Termasuk juga didalamnya adalah hak untuk memiliki harta dan hak seseorang untuk tidak dirampas hartanya secara sewenang-wenang, masing-masing fundamental bagi kepentingan yang diperjuangkan dalam revolusi Perancis serta bangkitnya kapitalisme.. tetapi yang yang tetap di dalam konsepsi generasi pertama ini adalah gagasan mengenai kebebasan, suatu perisai yang melindungi individu, sendirian dan dalam asosiasi dengan yang lain-lain, dari penyelewengan dan penyalahgunaan otoritas politik. Ini merupakan nilai sentralnya.

Generasi Kedua berupa hak-hak ekonomi, sosial dan budaya (egalite).

Generasi kedua berupa hak-hak ekonomi, sosial dan budaya berasal terutama dari tradisi sosialis yang terdapat dalam diantara kaum Saint Simon di Perancis awal abad ke sembilan belas dan dicanangkan dengan berbagai cara oleh perjuangan revolusioner dan gerakan kesejahteraan sejak itu. Menurut sejarah, hal ini merupakan titik balik terhadap generasi pertama hak-hak sipil dan politik, dengan hak-hak asasi manusia dipahami lebih dari istilah-istilah yang positif (“hak-hak atas”) daripada negatif (kebebasan dari”) yang mensyaratkan intervensi, bukan abstensi negara, daripada negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s