GENDER DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT


A.     Konsep Gender

  1. Konsep gender yaitu suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural (misalnya; perempuan dikenal sebagai lemah lembut, emosional, antribut emosional dan psikologis lainnya, sedangkan laki-laki dianggap kuat, rasional perkasa dan lain-lain). Ciri dari sifat itu sendiri  merupakan sifat yang dapat dipertukarkan artinya ada laki-laki yang emosional, lemah lembut, sementara ada juga perempuan yang kuat, rasional, perkasa.
  2. Perbedaan gender (gender differences) yang selanjutnya melahirkan peran gender (gender roles), sesungguhnya tidak menimbulkan masalah atau tidak perlu digugat. Jadi kalau secara biologis perempuan dengan organ reproduksinya bisa hamil, melahirkan dan menyusui lalu mempunyai peran gender sebagai perawat, pengasuh dan pendidik anak, sesungguhnya tidak ada masalah dan tidak perlu digugat.
  3. Persoalan kemudian muncul ketika ternyata perbedaan yang unik (distinction) peran gender. Peran gender perempuan seringkali dinilai lebih rendah dan kurang berarti dibandingkan dengan peran gender laki-laki. Perbedaan gender dan peran gender melahirkan gender inequalities atau ketidakadilan/ ketidaksetaraan/ketimpangan gender (fakih 1996:12 dan 72, dan Mas’udi 1997: 179-185).
  4. Pembangunan berdampak tidak menguntungkan bagi perempuan. Kajian “Gender dan Pembangunan” menolak bentuk “Pembangunan yang diistilahkan dengan “developminism” yaitu yang merugikan perempuan.

B.     Pentingnya Issue Gender dalam Pengembangan Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s