ISSUE PERAN GENDER DI INDONESIA YANG TERMARGINALKAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF KESEJAHTERAAN SOSIAL


KONSEP DAN PENGERTIAN

A. Etika Pekerjaan Sosial

Etika adalah terapan nilai-nilai didalam relasi dan transaksi-transaksi manusia. Apapun dasar vpertukaran diantara orang-orang, baik itu dalam relasi pribadi, relasi bisnin, relasi profesional ataupu apapun perkataan, perbuatan atau bentuk benda-benda materil didalam hubungan itu, maka akan selalu ada pengertian dan harapan-harapan yang berkaitan dengan sikap-sikap dan prilaku yang dapat dinilai dalam proses serta mengatur dan mengendalikan perilaku orang dalam relasi dan transaksinya dengan orang lain.

Praktek pekerjaan sosial didefinisikan sebagai suatu kumpulan nilai, tujuan sangsi, pengetahuan dan metode. Praktek ini juga berkembang dari suatu perangkat tujuan-tujuan profesional, sebagaimana diakui oleh masyarakat umum dan oleh para pekerja sosial. Oleh karena itu praktek pekerjaan sosial mempunyai landasan berupa prinsip-prinsip parktek etik dan prinsip-prinsip teknik,. Dari landasan filosofi diperoleh standar-standar moral dan sikap, cara-cara pemahaman dan perbuatan etis, prinsip-prinsip praktek etik. Nilai-nilai etika adalah unsur kunci dalam struktur sosial, seperti halnya struktur kepribadian. Nilai-nilai mempengaruhi orientasi dasar, sistem kepercayaan, serta tindakan-tindakan individu dan lembaga-lemabag sosial. Pekerja-pekerja sosial akan mengalami kesulitan dalam menilai, mengungkapkan dan memahami masalah-masalah calon kelayan yang meminta pertolongan tanpa memahami peranan etika yang telah dimainkan dalam perkembangan masalah, jadi jika kita tidak mempertimbangkan pengaruh aspek-aspek nilai maka tidaklah mungkin kita mengembangkan startegi-strategi intervensi yang efektif.

Salah satu konsep dan definisi tentang etika pekerjaan sosial menurut beberapa ahli antara lain;

1. Florence kluckhohn dikutip dari Yusman Iskandar tentang Filsafat dan Etika Pekerjaan Sosial mengidentifikasi sejumlah orientasi nilai etika yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan dasar diantaranya;

  1. Manusia berhubungan dengan alam atau lingkungan fisik dalam arti mendominasi, hidup dengan atau ditaklukan alam.
  2. Manusia menilai sifat/hakekat manusia sebagi baik, buruk atau campuran atara baik dan baik.
  3. Manusia hendaknya bercermin kepada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
  4. Manusia lebih menyukai aktivitas yang sedang dilakukan, akan dilakukan atau telah dilakukan.
  5. Manusia menilai hubungannya dengan orang lain, dalam kedudukan yang langsung, individualistis atau posisi yang sejajar.

Orientasi-orientasi nilai seperti yang dijelaskan oleh Florence kluckhohn tersebut diatas sangat berbeda diantara berbagai kebudayaan dan sub budaya dalam suatu masyarakat. Orientasi-orientasi nilai itu dinyatakan dalam konsep-konsep, sikap-sikap dan harapan-harapan orang, yang bersangkut paut dengan diri mereka sendiri atau orang lain; khsusnya sebagai bagian dari peranan-peranan sosial yang mereka sandang dalam masyarakat. Orientasi-oeientasi nilai etika mempunyai makna yang nyata dan digunakan untuk mewujudkan keberfungsian individu dan masyarakat. Nilai-nilai adalah acara berhubungan dengan dunia dan semua mahluk manusia yang terdapat didalamnya. Oleh karena itu, orientasi nilai melukiskan suatu hubungan antara penilaian seseorang dengan objek yang dinilainya.

2. Menurut Pumphrey Dikutip dari Supiadi Epi tentang Etika Pekerjaan Sosial mengemukakan bahwa nilai-nilai etika mempunyai tingkatan seperti dijelaskan dibawah ini;

  1. Nilai-nilai akhir atau abstrak, seperti: demokrasi, keadilan, persamaan, kebebasan, kedamaian dan kemajuan sosial, perwujudan diri dan penentuan sendiri.
  2. Nilai-nilai tingkat menengah, seperti: kualitas keberfungsian manusia/pribadi, keluarga yang baik, pertumbuhan, peningkatan kelompok dan masyarakat yang baik.
  3. Nilai-nilai tingkat ketiga merupakan nilai-nilai instrumental atau operasional yang mengacu kepada ciri-ciri perilaku dari lembaga sosial yang baik, pemerintahan yang baik dan orang profesional yang baik. Misalnya, dapat dipercaya, jujur dan memiliki disiplin diri”.

Dari pendapat pumphrey diatas dapat diasumsikan bahwa hubungan-hubungan yang konsisten akan selalu ada diantara tingkat dan jenis-jenis nilai tersebut, yang menerima dan mempengaruhi secara optimal, orang mempunyai suatu hirarki nilai-nilai dalam berbagai situasi kehidupan, sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau diijinkan dalm suatu masyarakat. Beberapa nilai etika mempunyai fungsi-fungsi seremonial; yang lainnya menjadi nilai-nilai etika bekerja yang sesungguhnya, dengan fungsi-fungsi instrumental dalam situasi-situasi yang sedang berlangsung.

1. Konsep Etika Pekerjaan Sosial menurut penulis adalah;

a. “Etika pekerjaan sosial pada hakikatnya mengamati realitas moral secara kritis. Etika peksos tidak memberikan ajaran, melainkan memeriksa kebiasaan-kebiasaan, nilai-nilai, norma-norma dan pandangan – pandangan moral secara kritis, lebih menuntut suatu pertanggungjawaban dan mau menyingkapkan suatu kerancuan”.

Pada situasi etika lebih efektif daripada hal-hal lainnya, tergantung pada relasi diantara orang-orang itu, juga pada transaksi dimana mereka terikat, begitu juga pada kepentingan, pengaruh dan otoritas-otoritas orang lain dalam kaitan dengan relasi dan transaksi tersebut.

b. Etika Pekerjaan Sosial adalah pedoman bagi perilaku anggota-anggota profesi pekerjaan sosial dan merupakan landasan untuk memutuskan persoalan-persoalan etika bila perilaku para pekerja sosial dipandang menyimpang dari standard perilaku etis bagi pekerja sosial dalam melaksanakan hubungan-hubungan profesionalnya dengan kelayan, kolega, pekerja-pekerja, orang-orang dan profesi lain serta dengan masyarkat secara keseluruhan.

  1. Etika Pekerjaan Sosial merupakan standard perilaku etis yang mengatur perilaku individual sejauhmana perilaku itu sesuai dengan standard identitas individual sebagai seorang pekerja sosial.
  2. Etika Pekerjaan Sosial standard perilaku etis pekerja sosial yang didasarkan pada nilai-nilai fundamental profesi pekerjaan sosial yang meliputi harga diri, martabat dan keunikan setiap orang serta hak-hak dan kesempatan-kesempatan mereka.
  3. Etika Pekerjaan Sosial adalah seperangkat peraturan yang menentukan semua perilaku pekerja sosial didalam semua kompleksitas kehidupan profesional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s