PENGELOLAAN KONFLIK


Oleh karena itu konflik bukanlah suatu yang dapat dihindari atau disembunyikan tetapi harus diakui keberadaanya, dikelola dan diubah menjadi kekuatan bagi perubahan positif.

2.   Isu-isu kritis dalam konflik.

–         kekuasaan: konflik yang terjadi karena usaha untuk memperoleh kekuasaan yang lebih besar, atau kekahawatiran kehilangan kekuasaan.

–         Budaya: pada umumnya kita menghormati budaya kita sendiri dan ingin mempertahankannya dari pengaruh pihak luar.

 

1. Prinsip-prinsip dalam pengelolaan konflik.

    Dalam pengelolaan konflik tidak dilihat sebagai keterampilan semata. Dalam mengembangkan strategi pengelolaan konflik perlu mempertimbangkan asas-asas pengembangan masyarakat diantarnya;

    –        Keberlanjutan

    bagaimana membangun suatu tatanan sosial, ekonomi dan politik yang bersifat berkelanjuntan yakni dengan melembagakan cara pengelolaan konflik dalam kehidupan masyarakat.  Contohnya memberntuk suatu tim/komisi, kelompok kerja (pokja)yang terdiri dari ketua adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi terkait dan LSM dalam meanangani pengelolaan konflik

    –        Pemberdayaan

    Pemberdayaan pada pihak-pihak yang berkonflik dengan memberikan kesempatan,sumber daya, pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan pemberdayaan dari kelompok yang berkonflik. Contoh: memberikan bantuan atau stimulan berupa sarana, keterampilan.

    –          Tanpa kekerasan

    Pengelolaan konflik tanpa kekerasan dapat dilakukan dengan mediasi, negoisasi dan lain-lain. “ mengalah untuk menang”.

    –          Konsensus dan kerjasama.

    Mnyelesaikan konflik dengan cara pengambilan keputusan secara mufakat.

    –          Partisipasi

    Iklan

    One response to “PENGELOLAAN KONFLIK

    1. Sumber konflik bernuansa SARA ant Kasus Temanggung dg Cikeusik serupa tp tdk sama apbl dilihat dr “akar mslh” (penyebab utama). Kerusuhan dipandang sbg “Akibat” yg kmd timbul, termsk diantaranya adl kerusakan brg/properti, luka/tewas bg ph2 yg bertikai. Smtr ini polemik yg di Expose hanya Akibat2. Kmd timbul teori2 spekulatif utk atasi/mncegah mslh, tanpa mnghilangkan “Penyebab” atau akar mslh.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s