PENGELOLAAN KONFLIK


–    Disetujui oleh pihak yang berkonflik.

–    Mampu mencari dan merumuskan titik temu dari argumen pihak-pihak yang berkonflik.

–    Mengurangi perbedaan yang timbul.

–    Berwibawa, bijaksana,  dapat dipercaya serta cekatan.

Tahap-tahap yang dilakukan oleh mediator

1)    Tahap persiapan.

–          Ambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan antara wakil-wakil dari kelompok yang bertikai.

–          Identifikasi berbagai kebutuhan dan kepentingan ke dua belah pihak.

 

2)    tahap interaksi.

–          Adakan pertemuan antara keda belah pihak dengan pihak ke 3 sebagai mediator atau fasilitator.

–          Prioritaskan masalah atau isu yang paling krusial melalaui kesepakatan kedua belah pihak. Misalnya: win-win solution.

3)    Penutupan

–          sepakati solusi (pemecahan masalah yang terbaik).

–          Buat aturan hukum yang jelas. Misalnya UU darurat militer/sipil, contoh sanksi hukuman mati, tembak ditempat.

–          Susun rencana tindakan untuk setiap pihak.

Misalnya: buat perjanjian hitam diatas putih, disertao saksi kedua belah pihak.

4)    Pemantauan dan observasi.

Bentuk komisi untuk mendapatkan informasi tentang perubahan-perubahan dan menjaga situasi damai dalam konflik. Contoh.  Aceh  monitoring mission/AMM.

 

4. Memfasilitasi dialog.

Dialog memungkinkan orang membagikan pandangan yang berbeda mengenai perhatian terhadap masalah yang dihadapi. Tercapainya kesepakatan bukan merupakan tujuan utama suatu dialog tetapi yang perlu adalah saling memahami.

Kesepakatan belum tentu memahami tetapi mehamahi sudah pasti sepakat. Contoh memorandum of understanding “nota kesepahaman”.

a.  Metode yang digunakan untuk mengelola konflik  melalui intervensi tidak langsung.

“ memobilisasi koalisi individu, kelompok dan organisasi untuk menekan mereka yang berkuasa mengambil keputusan.

Caranya:

1. lobi/negoisasi

Pendekatan langsung kepada pengambil keputusan (decision maker)  sehingga memudahkan para pengambil keputusan untuk mengubah pendiriannya.

Contoh: lobi anggota DPR pusat ke Australia dalam masalah pemberian suaka politik australia terhadap rakyat papua.

2. Kampanye / demonstrasi

Memperauhi iklim dikalangan publik yang lebih luas untuk menekan para pengambil keputusan  dalam merubah kebijakannya.

Iklan

One response to “PENGELOLAAN KONFLIK

  1. Sumber konflik bernuansa SARA ant Kasus Temanggung dg Cikeusik serupa tp tdk sama apbl dilihat dr “akar mslh” (penyebab utama). Kerusuhan dipandang sbg “Akibat” yg kmd timbul, termsk diantaranya adl kerusakan brg/properti, luka/tewas bg ph2 yg bertikai. Smtr ini polemik yg di Expose hanya Akibat2. Kmd timbul teori2 spekulatif utk atasi/mncegah mslh, tanpa mnghilangkan “Penyebab” atau akar mslh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s