MITIGASI DAN ANALISIS RISIKO BENCANA


Mitigasi merupakan salah satu komponen dalam penanggulangan bencana, yang tujuannya untuk mengurangi korban, kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan sekecil mungkin. Setiap saat manusia tidak lepas terhadap risiko sehingga pemahaman terhadap risiko terhadap bencana diperlukan sebagai dasar untuk penanggulangan bencana. Mitigasi bencana perlu didasarkan oleh macam dan penyebab bencana, sehingga upaya yang harus dilakukan harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Penilaian risiko bencana dan penyajiannnya dalam bentuk data spasial memerlukan kompetensi tertentu untuk menghasilkan peta risiko yang akurat.

Ada tiga pengertaian mitigasi sebagai berikut.

(1) Mitigasi (penjinakan) adalah segala upaya dan kegiatan yang dilakukan untuk mengurangai dan memperkecil akibat-akibat yang ditimbulkan oleh bencana, yang meliputi kesiapsiagaan serta penyiapan kesiapan fisik, kewaspadaan dan kemampuan (Depdagri, 2003); (2) Mitigasi adalah tindakan-tindakan untuk mengurangi atau meminimalkan dampak dari suatu bencana terhadap masyarakat (DKP, 2004); (3) Mitigasi (penjinakan): upaya atau kegiatan yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana alam atau buatan manusia  bagi bangsa atau masyarakat (Carter, 1992).

Dalam mitigasi dan penanggulangan bencana, terkait tiga komponen yaitu: (1) Bahaya (hazard): suatu kejadian yang jarang terjadi atau kejadian yang ekstrem dalam lingkungan alam maupun lingkungan buatan yang merugikan kehidupan manusia, harta benda atau aktifitas manusia, yang  bila meluas atau membesar akan menyebabkan bencana; (2) Bencana (disaster): peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia dan atau keduanya yang mengakibatkan korban dan penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana, prasarana, dan utilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan masyarakat; (3) Risiko: perkiraan kehilangan/kerugian ( orang meninggal, orang luka, kerusakan harta benda, gangguan aktifitas ekonomi) akibat bencana. Risiko merupakan hasil dari bahaya dan kerawanan: (4) Kerawanan (vulnerability): tingkat atau derajad kehilangan atau kerugian (sebagai contoh, dari 0 hingga 100%) yang dihasilkan dari suatu fenomena yang potensial rusak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s